ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR: PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT

MAKALAH
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT



DISUSUN OLEH:
Adam muktafa 30417078
Angga Nugraha (30417753)
Annisa Rahmawati (37417121)
Bagus puja prasetya (31417144)
Febri Tria Ningsih (32417282)
Ignatius Randy Putra Indraprasetya (32417819)
Leony sasmita (33417307)
M Nur Rachman Alfi Widjaja (33417789)
Muhammad Hasan (34417044)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah yang penulis buat bersama teman-teman penulis.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar serta untuk menambah pengetahuan penulis serta pembaca dari makalah ini.
Tugas makalah ini penulis bagi menjadi 2 sesi, yang pertama berisikan informasi-informasi  tentang penduduk, masyarakat dan  budaya. Yang kedua berisikan informasi-informasi tentang individu, keluarga, dan masyarakat.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah yang penulis buat, oleh karena itu kritik dan saran sangat membantu penulis agar bisa melengkapi dari makalah ini.
Terima kasih.


Depok, 2 Mei 2018















BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tak luput dengan kehidupan sosial dimana seorang manusia pasti sangat membutuhkan orang lain. Mustahil bila dikatakan ada manusia yang tinggal sendirian karena manusia adalah makhluk hidup yang selalu berkelompok dalam masyarakat. tetapi seorang manusia harus mempunyai individu yang baik agar kehidupan sosial tetap bisa berjalan dengan sempurna. Dengan adanya keluarga, manusia dapat belajar menjadi seorang individu yang baik, karena keluarga adalah salah satu tempat manusia bernaung, berkeluh kesah dan saling memberikan kasih sayang.

METODOLOGI PENULISAN
Metodologi penulisan yang penulis pakai dalam makalah ini adalah metodologi penulisan deskriptif.

MAKSUD DAN TUJUAN
Adapun maksud dan tujuan dibuatnya dari makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar serta untuk menambah wawasan bagi penulis khususnya serta pembaca pada umumnya.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENDUDUK MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, ini adalah hubungan dwi tunggal, yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat. Kebudayaan bisa terlahir, tumbuh, dan berkembang dalam suatu masyarakat, sebaliknya tidak ada suatu masyarakat yang tidak didukung oleh kebudayaan. Jadi, hubungan antara masyarakat dan kebudayaan merupakan hubungan yang saling menentukan.
Berikut adalah beberapa definisi dan penjelasan lanjut tentang penduduk, masyakarakat dan kebudayaan
DEFINISI PENDUDUK, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Penduduk
Penduduk merupakan orang yang secara hukum berhak tinggal disuatu daerah atau wilayah tersebut, dan mempunyai bukti kewarganegaraan yang sah.  Pengertian penduduk dalam sosilogi adalah penduduk merupakan kumpulan manusia yang menepati wilayah geografi dan ruang tertentu.
Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.
Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kehiduoan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok
Kebudayaan
Budaya adalah warisan yang digenerasikan ke generasi berikutnya tentang suatu cara hidup yang berkemband dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok. Terbentuknya budaya dari banyak unsur yang rumit, seperti sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa dan macam hal lainnya. Budaya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Budaya sifatnya kompleks, abstrak, dan luas.
Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.

PENDUDUK DAN PERMASALAHANNYA
Pertumbuhan penduduk merupakan satu hal yang tidak bisa dimungkiri, karena hal tersebut akan terjadi terus-menerus. Yang menjadi permasalahan, apabila pertambahan penduduk ini tidak terkendali hingga mencapai titik ledakan penduduk yang ditandai dengan peningkatan jumlah penduduk yang pesat dan tiba-tiba.
Berbagai masalah timbul akibat adanya ledakan penduduk, dan pada umumnya permasalahan berawal dari tidak seimbangnya antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya. Pada akhirnya, permasalahan yang muncul akan menyangkut aspek fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat.
Berikut berbagai macam permasalahan penduduk, diantaranya :
a. Peningkatan Pengangguran
Peningkatan pengangguran yang pesat disebabkan adanya pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan yang mampu menampung jumlah pencari kerja yang
meningkat. Pertumbuhan penduduk berarti juga peningkatan jumlah tenaga kerja. Apa jadinya jika peningkatan jumlah tenaga kerja tidak diimbangi dengan semakin luasnya kesempatan kerja?
b. Meningkatnya Kemiskinan
Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya menyebabkan terjadinya kelangkaan sumber daya. Akibatnya, dalam upaya pemenuhannya terjadi kompetisi hingga
pada akhirnya terjadi kenaikan harga kebutuhan. Kondisi ini mengakibatkan daya beli masyarakat berkurang.
c. Penurunan Tingkat Kesehatan
Jangankan untuk membiayai pemeliharaan kesehatan, untuk pemenuhan kebutuhan pokok saja menjadi sulit apabila terjadi ledakan penduduk. Akibatnya, akan terjadi penurunan tingkat kesehatan seperti gizi buruk, terjangkitnya penyakit busung lapar di masyarakat dan permasalahan kesehatan lainnya.
d. Menurunnya Tingkat Pendidikan
Pesatnya peningkatan penduduk mengakibatkan tingginya jumlah anak usia sekolah. Peningkatan ini akan menimbulkan masalah seperti kesempatan memperoleh pendidikan yang makin sempit dan tingginya biaya pendidikan yang akan membebani masyarakat.
e. Penurunan Kesejahteraan
Peningkatan penduduk diiringi dengan peningkatan kebutuhan hidup yang menuntut untuk terpenuhi. Banyaknya kebutuhan tentunya akan mengurangi pendapatan, hingga pada akhirnya terjadi penurunan kesejahteraan secara umum.
f. Peningkatan Kebutuhan Pangan dan Tempat Tinggal
Untuk bertahan hidup manusia perlu makan dan tempat tinggal. Ledakan penduduk secara langsung memberikan dampak meningkatnya kebutuhan akan dua hal tersebut. Banyak dampak yang kita lihat akibat meningkatnya kebutuhan tersebut. Pembukaan lahan baru untuk permukiman marak dilakukan. Ketersediaan tempat tinggal yang terbatas juga mengakibatkan banyaknya perumahan liar dan kumuh

DINAMIKA PENDUDUK
PENGERTIAN DINAMIKA PENDUDUK
Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 pada zaman Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dimulai pada tahun 1961,1971, 1980, 1990, 2000, dan yang terakhir tahun 2010.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi dan masalah penduduk. Jumlah penduduk akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA PENDUDUK
Jumlah penduduk dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu yaitu bertambah atau berkurang. Dinamika penduduk atau perubahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu :
- Kelahiran (natalitas)
- Kematian (mortalitas)
- Migrasi (perpindahan)
Jumlah kelahiran dan kematian sangat menentukan dalam pertumbuhan penduduk Indonesia, oleh karena itu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelahiran dan kematian. Faktor yang menunjang dan menghambat kelahiran (natalitas) di Indonesia adalah sebagai berikut:

a. Kelahiran (fertilitas)
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.
Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :
- Kawin usia muda
- Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
- Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
- Anak merupakan penentu status social
- Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :
-Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
-Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
-Semakin banyak wanita karir.

Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :
- Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
- Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk

b. Kematian (mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate).
Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.
Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :
- Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
- Fasilitas kesehatan yang belum memadai
- Keadaan gizi penduduk yang rendah
- Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
- Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan

Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :
-Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
-Fasilitas kesehatan yang memadai
-Meningkatnya keadaan gizi penduduk
-Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan
Penggolongan angka kelahiran kasar :
- angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk
- angka kematian sedang, apabila antara 10 s/d 20 per 1000 penduduk
- angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan akan senantiasa berubah dan berkembang. Perkembangan tersebut bisa berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri atau sebab perubahan lingkungan alam dan fisik loka masyarakat hidup. Masyarakat nan terbuka memiliki kesamaan mengalami perkembangan nan lebih cepat dibandingkan dengan masyarakat nan tertutup.
Selain sebab peristiwa cultural lag dan cultural survival , perubahan kebudayaan juga bisa disebabkan oleh cultural conflict (pertentangan kebudayaan) dan culture shock (guncangan kebudayaan).
Cultural conflict (pertentangan kebudayaan) bisa muncul sebagai dampak dari relatifnya kebudayaan sehingga sering menimbulkan konflik antarkebudayaan. Penyebabnya ialah keyakinan-keyakinan nan berbeda sehubungan dengan berbagai masalah aktivitas berbudaya. Misalnya, muncul konflik antara budaya Timur dan budaya Barat sebab keduanya memiliki tata nilai nan berbeda.
Culture shock (guncangan kebudayaan) merupakan istilah nan dikemukakan Kalervo Oberg buat menunjukkan gejala kecemasan atau shock dampak dipindahkan ke dalam suatu kebudayaan nan berbeda dari kebudayaan sendiri. Akhirnya, menimbulkan berbagai bentuk kecemasan sebelum akhirnya bisa menyesuaikan diri.
Saat ini, kita terus merasakan berbagai perkembangan kebudayaan. Lahirnya era teknologi telah mampu mengubah budaya nan sudah sejak lama ada. Contoh sederhana mengenai penggunaan ponsel atau HP. Zaman dahulu, orang buat berkomunikasi menggunakan cara tradisional, yakni dengan menggunakan kentongan. Sedangkan sekarang, cukup dengan ponsel atau media internet.

KEBUDAYAAN HINDU, BUDDHA, ISLAM, BARAT
a. Kebudayaan Barat
Budaya Barat (kadang-kadang disamakan dengan peradaban Barat atau peradaban Eropa), mengacu pada budaya yang berasal Eropa.
Istilah "Budaya Barat" digunakan sangat luas untuk merujuk pada warisan norma-norma sosial, nilai-nilai etika, adat istiadat, keyakinan agama, sistem politik, artefak budaya khusus, serta teknologi. Secara spesifik, istilah budaya Barat dapat ditujukan terhadap:
Pengaruh budaya Klasik dan Renaisans Yunani-Romawi dalam hal seni, filsafat, sastra, dan tema hukum dan tradisi, dampak sosial budaya dari periode migrasi dan warisan budaya Keltik, Jermanik, Romanik, Slavik, dan kelompok etnis lainnya, serta dalam hal tradisi rasionalisme dalam berbagai bidang kehidupan yang dikembangkan oleh filosofi Helenistik, skolastisisme humanisme, revolusi ilmiah dan pencerahan, dan termasuk pula pemikiran politik, argumen rasional umum yang mendukung kebebasan berpikir, hak asasi manusia, kesetaraan dan nilai-nilai demokrasi yang menentang irasionalitas dan teokrasi.
Pengaruh budaya Alkitab-Kristiani dalam hal pemikiran rohani, adat dan dalam tradisi etika atau moral, selama masa Pasca Klasik.
Pengaruh budaya Eropa Barat dalam hal seni, musik, cerita rakyat, etika dan tradisi lisan, dengan tema-tema yang dikembangkan lebih lanjut selama masa Romantisisme.
Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistic dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat. Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Beberapa kecenderungan yang dianggap mendefinisikan masyarakat Barat moderen, antara lain dengan adanya pluralisme politik, berbagai subkultur atau budaya tandingan penting (seperti gerakan-gerakan Zaman Baru), serta peningkatan sinkretisme budaya sebagai akibat dari globalisasi dan migrasi manusia.
b. Kebudayaan Islam
Alquran memandang kebudayaan itu merupakan suatu proses, dan meletakkan kebudayaan sebagai eksistensi hidup manusia.Kebudayaan merupakan suatu totalitas kegiatan manusia yang meliputi kegiatan akal hati dan tubuh yang menyatu dalam suatu perbuatan. Jadi secara umum kebudayaan islam adalah hasil akal, budi, cipta rasa, karsa, dan karya manusia yang berlandaskan pada nilai-nilai tauhid.islam sangat menghargai akal manusia untuk berkiprah dan berkembang.
Alquran memandang kebudayaan itu merupakan suatu proses, dan meletakkan kebudayaan sebagai eksistensi hidup manusia.Kebudayaan merupakan suatu totalitas kegiatan manusia yang meliputi kegiatan akal hati dan tubuh yang menyatu dalam suatu perbuatan. Jadi secara umum kebudayaan islam adalah hasil akal, budi, cipta rasa, karsa, dan karya manusia yang berlandaskan pada nilai-nilai tauhid.islam sangat menghargai akal manusia untuk berkiprah dan berkembang.
Di zaman modern, semangat dan pemahaman sebahagian generasi muda ummat islam khususnya mahasiswa PTU dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran islam. Mereka berpandangan bahwa islam yang benar adalah segala sesuatu yang ditampilkan oleh nabi Muhammad SAW, secara utuh termasuk nilai-nilai budaya arabnya. Kita tahu islam itu dari beliau, dan yang mengingkari kerasulannya adalah kafir. Nabi Muhammad SAW, adalah seorang rasul allah dan harus di ingat bahwa beliau adalah orang arab.Dalam kajian budaya sudah tentu apa yang ditampilkan dalam perilaku kehidupannya terdapat nilai-nilai budaya lokal. Sedangkan nilai-nilai islam itu bersifat universal.
c.   Kebudayaan Hindu-Buddha
Pada permulaan tarikh masehi, di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera, serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan, yaitu:
1.      Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing, seperti India, Cina, Arab, dan Persia,
2.      Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar,
3.      Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas, dan
4.      Pengaruh asing masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia, yaitu dalam bentuk budaya Hindu. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.

DI INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
1. Manusia sebagai individu
Sebagai individu manusia adalah perpaduan antara aspek-aspek yang tidak bisa di pisahkan, seperti jasmani dan rohani. Di sisi lain manusia adalah makhluk sosial yang tunduk pada hal-hal lain yang berada di luar dirinya, baik itu nilai, norma, dan hukum
Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa.Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur-unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi, maka seseorang tidak disebut lagi sebagai individu. Dalam diri individu ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa, manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karena beberapa alasan, yaitu:
  - Manusia tunduk pada aturan, norma sosial
  - Perilaku manusia mengharapkan suatu penilaian dari orang lain
  - Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
  - Potensi manusia akan berkembang apabila ia hidup ditengah-tengah manusia
2. keluarga dan fungsinya sebagai manusia
Keluarga merupakan tempat bernaung bagi manusia yang dapat membuat jiwa dan raga kita merasa tenang dan tenteram berada di dalamnya. Tak dapat terbantahkan lagi bahwa keluarga sangat berpengaruh besar bagi manusia dalam menjalani kehidupannya sehari-hari apapun kegiatan itu baik dalam keadaan suka maupun duka,keluarga selalu bisa menjadi semacam motivasi bagi manusia yang melecut mental kita dalam mengarungi kerasnya kehidupan di luar sana agar tidak mudah berputus asa, dan keluarga selalu menyertai setiap langkah & tindak tanduk kehidupan manusia. Keutamaan keluarga dalam kehidupan manusia adalah mampu membangun keharmonisan di dalam ruang lingkup keluarga itu sendiri, dengan begitu manusia dapat menjadikan dirinya pribadi yang bersahaja, mempunyai jiwa kekeluargaan, dan bertanggung jawab baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain ataupun keluarganya.
Keluarga bisa menjadi tempat bersandarnya hati yang gelisah dan keluh kesah. Tak hanya itu, suasana keluarga dapat juga diisi dengan hati yang senang supaya tercipta keakraban dan keharmonisan antar sesama manusia. Terlepas dari semua keterangan yang dijaleaskan , keluarga mempunyai fungsi yang sangat kompleks dalam membangun suatu keharmonisan hidup bagi semua kehidupan manusia di muka bumi ini. Oleh karena itu, untuk memelihara dan menjaga keutuhan keluarga diperlukan ketulusan hati yang mampu mengalahkan ego yang ada pada diri manusia sehingga dapat menguatkan hubungan kekeluargaan antar manusia lainnya.
3.Masyarakat Sebagai Unsur dari Kehidupan Manusia
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial , artinya manusia sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dilihat dari sejarah perkembangan manusia, ternyata manusia selalu hidup bersama, selalu hidup berkelompok dalam masyarakat.
Keluarga adalah merupakan suatu bentuk masyarakat yang paling kecil jumlah anggotanya. Tentang berapa banyak jumlah manusia agar kelompok itu dapat disebut masyarakat itu tidak ada ketentuannya, yang ada ketentuan jumlah minimalnya yaitu sedikitnya ada 2 (dua) orang yang hidup bersama, saling tergantung dan saling mempengaruhi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat merupakan suatu kehidupan bersama yang terorganisasi untuk mencapai dan mewujudkan tujuan bersama. Dalam hidup bermasyarakat antara manusia yang satu dengan yang lain selalu berhubungan atau antara ego (manusia yang beraksi) selalu berinteraski dengan alter (manusia yang bereaksi). Hubungan tersebut disebut Interaksi Sosial. Dengan demikian dapatlah ditarik simpulan adanya ciri-ciri Interaksi Sosial, yaitu :
1. Minimal ada 2 (dua) orang yang mengadakan interaksi
2. Dalam mengadakan interaksi menggunakan bahasa yang salaing dimengerti diantara ego dan alter
3. dalam kurun waktu yang cukup lama, artinya tidak hanya sesaat
4. adanya tujuan tertentu yang mempersatukan.
Manusia hidup bermasyarakat kemungkinan disebabkan : merasa tertarik satu sama lain, merasa memerlukan bantuan atau perlindungan dari orang lain, merasa mempunyai kesenangan yang sama, merasa mempunyai hubungan kerja dengan orang lain. Di samping itu sebenarnya ada tuntutan kesatuan biologis yang terdapat pada naluri manusia yang mendoronga manusia hidup bermasyarakat yaitu : hasrat untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum, hasrat untuk mengembangkan keturunan dan hasrat untuk membela diri. Hal ini berarti bagaimana pun pandainya seorang manusia, ia mutlak tetap membutuhkan pertolongan dari manusia yang lain. Adapun caranya adalah dengan hidup bermasyarakat.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Penduduk, masyarakat ,dan kebudayaan adalah aspek kehidupan yang saling berkaitan dimana penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah, tumbuh dan berkembang dalam wilayah tertentu pula.dari penduduk tesebut terbentuklah kelompok masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama . Begitu pula dengan kebudayaan yang terlahir dari adanya masyarakat. Semakin bertambahnya jumlah penduduk dari waktu ke waktu mengakibatkan ledakan penduduk dan menimbulkan permasalahan penduduk seperti kepadatan penduduk, peningkatan pengangguran ,peningkatan kemiskinan,penurunan kesehatan dan lain-lain.Kemudian muncul Dinamika penduduk yaitu perubahan keadaan penduduk,perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal.Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk.
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT  yang mempunyai kelebihan akal dan pikiran, digolongkan sebagai makhluk individu/personal, makhluk sosial dalam kehidupan berkeluarga maupun bermasyarakat.  Sebagai makhluk individu manusia bertanggung jawab atas segala tingkah laku yang dia lakukan, berkewajiban tunduk kepada sang Khalik, mentaati segala perintah dan menjauhi segala larangannya, berhak mendapatkan pendidikan dan menjaga kesehatan fisik maupun psikis, tidak mendzalimi diri sendiri dan senantiasa beribadah kepada Allah SWT.Pada dasarnya setiap manusia tidak diciptakan untuk hidup seorang diri, manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang itu berarti membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup, Sebagai makhluk sosial sudah sewajarnya manusia tersebut menjadi pribadi yang dapat menghormati hak orang lain, bergotong royong saling membantu apabila diantara masyarakat atau tetangga membutuhkan bantuan kita. Mematuhi segala macam dan norma yang ada dilingkungan sekitar agar dapat tercipta kehidupan bermasyarakat yang aman, damai dan sejahtera. Saling menghormati antar Suku, Agama dan Ras karena setiap manusia diciptakan untuk saling menghargai.

SARAN
Untuk menghindari permasalahan penduduk seperti kepadatan penduduk pemerintah harus lebih disiplin lagi dalam mengkaji peraturan yang telah di tetapkan dan sebagai warna negara juga perlu menyadari dan menjalankan akan pentingnya aturan tersebut .
Kebudayaan bangsa Indonesia merupaka kebudayaan yang terbentukdari berbagai macam suku dan agama sehingga banyak tantanganyang selalu merongrong keutuhan budaya itu dengan semangat kebhinekaan.Kewajiban kita sebagai anak bangsa untuk mempertahankannya budaya itu menuju bangsa yang abadi,luhur,makmur dan bermartabat. Sebagai penerus bangsa juga kita harus saling menghargai kebudaayaan kita.

DAFTAR PUSTAKA
http://bangbiw.com/penjelasan-tentang-penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan/
http://blogpki.blogspot.co.id/2013/06/dinamia-penduduk.html?m=1 
https://ringkasanbukugeografi.blogspot.co.id?2016?01/permasalaha-penduduk-dan-upaya.html?m=1
http://fikri-falindi.blogspot.co.id/2012/12/kebudayaan-barat-islam-hindu-budha.html?m=1






Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISTILAH-ISTILAH DALAM DENIM

Macam Macam Kesenian Daerah di Indonesia